kabarsula Krisis Air Baku Menghantam Banjarmasin, Yamin Dorong Embung 1,1 Juta Meter Kubik bandar SLOT INDONESIA
INIBERITA.id, BANJARMASIN – Krisis air baku yang kembali menghantam Kota Banjarmasin mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin mencari solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mendorong pembangunan embung berkapasitas sekitar 1,1 juta meter kubik sebagai cadangan air baku menghadapi kemarau panjang.
Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR saat meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 PAM Bandarmasih di Jalan Pramuka, Selasa (29/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Yamin didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin dan Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih Zulbadi.
Yamin menegaskan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata kemampuan instalasi pengolahan air, melainkan keterbatasan ketersediaan air baku.
“Air baku kita memang tidak mencukupi. Oleh karena itu, kita memastikan bagaimana air yang tersedia ini bisa diolah dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Yamin.
Saat ini, pelayanan air bersih Banjarmasin ditopang dua instalasi pengolahan air dengan sumber air baku berbeda. IPA 1 di kawasan Sungai Bilu memanfaatkan air Sungai Martapura, sedangkan IPA 2 di kawasan Pramuka memperoleh pasokan air baku dari Sungai Tabuk.
Namun, sumber air untuk IPA 1 terdampak intrusi air laut yang menyebabkan kadar garam meningkat. Sementara IPA 2 masih mengandalkan sumber air dari Sungai Tabuk yang berjarak sekitar 11 kilometer dari instalasi pengolahan.
Kondisi tersebut berimbas terhadap penurunan pasokan ke jaringan distribusi. Dampak paling terasa dialami masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan maupun di wilayah ujung jaringan.
“Kondisi tersebut membuat pasokan ke jaringan distribusi menurun. Dampaknya terutama dirasakan warga di wilayah yang berada jauh dari pusat pelayanan atau di ujung jaringan,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Banjarmasin mulai mendorong pembangunan embung sebagai solusi cadangan air baku. Yamin mengungkapkan, Gubernur Kalimantan Selatan telah memanggil dirinya untuk membahas rencana pembangunan embung berkapasitas sekitar 1,1 juta meter kubik yang nantinya dikolaborasikan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Menurut Yamin, pembangunan embung tersebut tidak boleh berhenti sebatas rencana, mengingat persoalan air baku berpotensi kembali terjadi ketika kemarau panjang melanda.
“Harapan saya ini jangan hanya menjadi wacana. Kalau nanti terjadi kemarau yang sangat panjang, kita tidak perlu lagi bingung mencari air baku ke mana,” tegasnya.
Persoalan semakin berat setelah penyaluran air dengan kadar garam tinggi dihentikan. Sebelumnya, air tersebut sempat disalurkan secara terbatas untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Namun, kebijakan itu mendapat respons dan penolakan dari sebagian masyarakat.
“Awalnya kita sosialisasikan untuk MCK, tetapi banyak mendapat penolakan. Jadi kita hentikan penyaluran air asin dan mengalirkan air baku yang tersedia secukupnya,” tambah Yamin.
Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin memastikan kepolisian siap mendampingi sekaligus mengamankan proses distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis air selama musim kemarau.
Ia mengakui masih terjadi kesalahpahaman di lapangan, khususnya terkait mobil tangki yang mendistribusikan air bersih kepada warga.
“Mereka mengira tangki yang melintas bisa langsung diminta, padahal tangki tersebut untuk warga yang sudah mengajukan permintaan. Kami minta warga bersabar. Kami melakukan pengamanan dan edukasi agar penyaluran berjalan tertib,” pungkasnya. (silvi/iniberita)
Post Views: 462
kabarsula SLOT