September 29, 2026

kabarsula Krisis Air Baku Makin Menekan, Produksi PAM Bandarmasih Cuma Penuhi 67 Persen Kebutuhan bandar SLOT INDONESIA

0

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Krisis air baku masih menjadi persoalan serius bagi layanan air bersih di Kota Banjarmasin. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat, kapasitas produksi PT Air Minum Bandarmasih saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan air bersih pelanggan.

Hal tersebut terungkap saat dilakukan peninjauan operasional pengolahan air baku menjadi air bersih sekaligus kondisi pelayanan kepada masyarakat, Selasa (29/9/2026).

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan kapasitas produksi perusahaan saat ini mencapai sekitar 1.750 liter per detik. Namun, kapasitas tersebut baru mampu memenuhi sekitar 67 persen dari total kebutuhan air bersih masyarakat Banjarmasin.

“Kita kekurangan 33 persen debit air dari total kebutuhan penduduk, akibat IPA I tidak dapat beroperasi optimal karena kadar garam yang masih tinggi,” jelas Zulbadi.

Kondisi itu berdampak terhadap distribusi air, terutama di wilayah ujung layanan. Potensi air tidak mengalir masih terjadi sehingga PAM Bandarmasih harus mengambil langkah penanganan darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satunya dengan mengoptimalkan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki. Distribusi dilakukan ke sejumlah kelurahan, bahkan hingga tingkat rukun tetangga (RT).

“Informasi terakhir sudah ada 35 titik yang kita distribusikan. Kalau total, setiap hari lebih dari 100 tangki kita distribusikan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Zulbadi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin dan Polresta Banjarmasin dalam penanganan krisis air yang terjadi.

Menurutnya, selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air menggunakan mobil tangki, diperlukan solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sumber air baku.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah rencana pembangunan embung sebagai sumber cadangan air baku. Rencana tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan kajian kelayakan hingga Detail Engineering Design (DED).

Zulbadi menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk pemasangan saluran pipa menuju Pematang Panjang diperkirakan mencapai Rp90 miliar hingga Rp100 miliar.

Sementara pembangunan embung diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.

“Pemerintah daerah akan mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat untuk bantuan pembiayaan pembangunan tempat cadangan air baku tersebut. Mengingat cukup besarnya anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan embung secara bertahap itu,” ungkapnya.

Dengan kondisi kapasitas produksi yang masih terbatas akibat tingginya kadar garam pada sumber air baku, pembangunan infrastruktur cadangan air menjadi salah satu agenda penting untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat Banjarmasin. (silvi/iniberita)


Post Views: 1

kabarsula SLOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *