October 21, 2026

kabarsula Bupati Batola Terpukul Relawan Gugur Saat Padamkan Karhutla, Berikan Santunan Rp10 Juta Hingga Tawarkan Rumah dan Pekerjaan bandar SLOT INDONESIA

0

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Duka mendalam menyelimuti keluarga Nurdin bin Murjani, yang akrab disapa Amang Udin, relawan pemadam kebakaran dari BPK Kayu Bulan Sungai Andai yang meninggal dunia, saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan.

Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga menjadi duka bagi sesama relawan pemadam kebakaran yang selama ini berjuang di garis depan untuk membantu masyarakat dan mengendalikan kebakaran lahan.

Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap pengabdian almarhum, Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi mendatangi rumah duka di Kompleks Kayu Bulan, Jalan Padat Karya, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Rabu (21/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bahrul Ilmi menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengaku sangat terpukul atas kepergian almarhum, terlebih dirinya sempat berada di lapangan bersama almarhum ketika proses pemadaman karhutla berlangsung.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyedihkan. Di tengah perjuangan bersama memadamkan api, tidak ada yang menyangka bahwa salah seorang relawan yang turut berjuang justru harus kehilangan nyawa saat menjalankan tugas kemanusiaan.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala turut berduka cita dan merasa sangat kehilangan atas meninggalnya almarhum. Hari ini kami sama-sama turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman. Tentu hati kami sangat berat, terharu, dan ikut merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Bahrul Ilmi saat berada di rumah duka.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Bahrul Ilmi juga berbincang langsung dengan istri almarhum untuk mengetahui kondisi keluarga yang kini harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran sosok suami sekaligus ayah bagi ketiga anak mereka.

Dari perbincangan tersebut, diketahui bahwa keluarga almarhum selama ini tinggal di rumah sewa dan beberapa kali harus berpindah tempat tinggal. Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Bahrul Ilmi, terlebih ketiga anak almarhum masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan membutuhkan dukungan untuk melanjutkan masa depan mereka.

Melihat keadaan tersebut, Bahrul Ilmi menyampaikan tawaran bantuan kepada keluarga almarhum. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala membuka peluang bagi istri almarhum untuk pindah dan menetap di wilayah Batola apabila bersedia.

Bahkan, pemerintah daerah menawarkan bantuan penyediaan rumah sekaligus peluang pekerjaan bagi istri almarhum agar keluarga yang ditinggalkan memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami tadi sempat berbincang dengan istri almarhum. Anak-anak beliau ada tiga orang dan semuanya masih sekolah. Kami menawarkan, apabila beliau berkenan pindah ke Barito Kuala, kami siap membantu menyediakan rumah. Kami juga menawarkan pekerjaan bagi istrinya di Batola apabila memang berminat,” ungkap Bahrul Ilmi.

Tawaran tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga relawan yang telah mengabdikan diri dalam tugas kemanusiaan. Namun, keputusan untuk menerima tawaran tersebut tetap diserahkan kepada pihak keluarga.

Bahrul Ilmi berharap, perhatian dan bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup dan menjamin keberlangsungan pendidikan ketiga anak almarhum.

Selain menawarkan bantuan berupa rumah dan peluang pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala juga menyerahkan santunan duka sebesar Rp10 juta kepada keluarga almarhum.

Bahrul Ilmi berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga di tengah suasana duka yang masih menyelimuti mereka.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, kami memberikan santunan sebesar Rp10 juta. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Ia menegaskan, pengorbanan para relawan pemadam kebakaran dalam membantu penanganan karhutla merupakan bentuk kepedulian yang patut dihargai. Para relawan kerap menghadapi situasi berbahaya ketika berupaya memadamkan api, terutama saat kebakaran meluas dan kondisi lapangan sulit dikendalikan.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh relawan pemadam kebakaran agar senantiasa mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi kesehatan ketika bertugas.

Menurutnya, semangat membantu masyarakat harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di lapangan. Keselamatan personel menjadi hal penting agar upaya penanganan kebakaran tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

“Kami mengimbau seluruh relawan pemadam kebakaran agar selalu menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat melaksanakan tugas kemanusiaan. Kami tentu tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Semoga ini menjadi kejadian yang pertama dan terakhir, sehingga tidak ada lagi korban jiwa dalam penanganan karhutla,” tegasnya.

Di sisi lain, Bahrul Ilmi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Kuala terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, instansi terkait, hingga para relawan pemadam kebakaran.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua unsur karena kondisi kebakaran di lapangan dapat berubah dengan cepat. Selain kesiapan personel, diperlukan pula koordinasi yang baik agar upaya pemadaman dapat berjalan efektif.

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala juga berharap kondisi cuaca segera berubah sehingga musim kemarau berakhir dan risiko kebakaran lahan dapat berkurang.

Bahrul Ilmi mengatakan, dirinya terus berdoa agar hujan segera turun sehingga dapat membantu proses pemadaman dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

“Saya berharap cuaca segera berubah dan musim kemarau secepatnya berlalu. Mudah-mudahan dengan turunnya hujan, kondisi kebakaran lahan di wilayah kami dapat segera terkendali,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para relawan pemadam kebakaran dari Kota Banjarmasin yang turut membantu upaya pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Menurutnya, dukungan para relawan dari berbagai daerah sangat berarti dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama ketika personel di lapangan membutuhkan tambahan tenaga untuk melakukan penyemprotan dan pengendalian api.

“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada para relawan dari Banjarmasin yang telah banyak membantu melakukan penyemprotan dan pemadaman lahan di wilayah kami. Bantuan dan kepedulian mereka sangat berarti dalam upaya menangani karhutla ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bahrul Ilmi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Kuala terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian, TNI, serta instansi lainnya, termasuk pemerintah tingkat provinsi, untuk mengoptimalkan penanganan karhutla.

Kerja sama lintas instansi dinilai penting agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan wilayah rawan, pengerahan personel, hingga pelaksanaan pemadaman di lokasi terdampak.

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi atau kelompok tertentu, melainkan membutuhkan semangat gotong royong dari seluruh pihak.

Dengan koordinasi yang baik, pemerintah daerah berharap upaya pengendalian kebakaran dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus mengurangi risiko yang harus dihadapi petugas dan relawan di lapangan.

Di tengah perjuangan memadamkan karhutla, kepergian Amang Udin menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan yang dijalankan para relawan memiliki risiko besar. Pengabdian mereka dalam membantu masyarakat perlu diiringi perhatian terhadap keselamatan, dukungan terhadap keluarga, serta langkah nyata untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, santunan dan tawaran bantuan dari pemerintah daerah diharapkan menjadi awal dukungan untuk melanjutkan kehidupan. Sementara itu, bagi sesama relawan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan dalam setiap upaya penanganan kebakaran.(benk/iniberita).

kabarsula SLOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *