October 5, 2026

kabarsula [SALAH] Makanan GMO Merusak Genetik dan Kesehatan Manusia bandar SLOT INDONESIA

0

Disadur dari artikel Periksa Fakta AFP.

Paul Teng Piang-Siong, peneliti senior bidang ketahanan pangan di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, mengatakan bahwa skenario dalam unggahan yang beredar tidak memiliki dasar ilmiah. Menurutnya, DNA dan protein yang terdapat dalam makanan, termasuk makanan hasil rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO), akan dicerna oleh tubuh dan menjadi bagian dari nutrisi.

Profesor Fakultas Teknik dan Teknologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Eko Hari Purnomo, menjelaskan bahwa meskipun sebagian fragmen DNA dapat bertahan setelah proses pencernaan, hal tersebut tidak berarti DNA tersebut akan masuk dan menjadi bagian dari genom manusia. Agar gen dari makanan dapat mengubah genom manusia, materi genetik tersebut harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari bertahan dalam sistem pencernaan, masuk ke dalam sel, mencapai inti sel, hingga terintegrasi dan tetap berfungsi di dalam genom. Menurut Eko, tidak ada bukti bahwa konsumsi makanan GMO menyebabkan integrasi genomik pada manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kemungkinan terjadinya transfer gen dari produk GMO sangat rendah. Produk rekayasa genetika yang beredar di pasar internasional juga telah melalui pengujian keamanan oleh otoritas nasional masing-masing negara.

Di Indonesia, peredaran produk rekayasa genetika diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setiap produk GMO dievaluasi dari aspek keamanan, komposisi nutrisi, serta potensi risiko lainnya sebelum memperoleh izin untuk diedarkan.

Eko menambahkan bahwa tidak terdapat bukti makanan GMO yang telah memenuhi standar keamanan dan memperoleh izin edar memiliki risiko kesehatan lebih besar dibandingkan makanan konvensional. Sejalan dengan itu, Wendy Hunt, Ketua Akademik Ilmu Pangan dan Gizi di Murdoch University, Australia, mengatakan tinjauan terhadap bukti ilmiah yang diterbitkan pada 2026 tidak menemukan hubungan sebab-akibat antara konsumsi makanan GMO dengan alergi, keracunan, maupun penyakit seperti kanker.

Produk GMO juga telah dikonsumsi secara luas sejak mulai dipasarkan pada pertengahan 1990-an. Colin Barrow, Ketua Divisi Bioteknologi di Deakin University, Australia, mengatakan produk seperti minyak kanola hasil rekayasa genetika telah beredar luas, sementara pemahaman publik mengenai GMO masih perlu ditingkatkan.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunjungi akun Facebook resmi Daily Mail “Daily Mail Did That Just Happen?” untuk menemukan video asli yang dibagikan oleh akun Facebook “Cahaya Simarmata” dan akun Instagram “singanuswantara”. Diketahui video [arsip] tersebut pernah diunggah pada Kamis (3/9/2026) yang memberitakan terkait keracunan dari program MBG, tidak ada kaitannya dengan GMO.

kabarsula SLOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *