September 7, 2026

kabarsula [SALAH] Vaksin Cacar Air Sebabkan Pandemi Shingles bandar SLOT INDONESIA

0

Narasi

Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Abu Julaibib” pada Jumat (10/7/2025) berisi klaim vaksin cacar air diklaim memicu lonjakan kasus herpes zoster hingga disebut “pandemi shingles”.  Unggahan beserta narasi :

“KANDAL VAKSIN CICKENPOX YANG TIDAK MAU ANDA TAHU – RFK JR. MEMBUKA TABIR PENUTUPI EPIDEMI SHINGLES! 🏥

Sementara Big Pharma dan CDC mendorong agenda suntikan tanpa henti mereka, kebenaran mulai bocor keluar: vaksin cacar air bukan menyelamatkan anak-anak. Malah menciptakan krisis shingles besar-besaran yang akan menghantui generasi!

Dulu ketika CDC merencanakan wajibkan suntikan ini untuk setiap anak Amerika, mereka mempekerjakan ilmuwan Gary Goldman untuk jalankan studi jangka panjang di California. Apa yang dia temukan? Vaksinasi massal memusnahkan cacar air tapi memicu epidemi shingles di kemudian hari. Shingles 20 KALI lebih mematikan daripada cacar air. Nyeri saraf yang menyiksa, rawat inap, kematian. Sekarang sedang meledak karena kita rampas kekebalan alami dari populasi!

Mereka TAU hal ini. Data Goldman berteriak keras. Tapi CDC abaikan tanda bahaya merah, wajibkan vaksin itu juga, dan ubah Amerika jadi pabrik shingles. Sementara itu, Eropa (dan NHS Inggris) lihat ilmu yang sama dan bilang TIDAK, TERIMA KASIH. Cek situs web mereka sekarang juga. Mereka secara terbuka akui: “Kami tidak merekomendasikan vaksin cacar air karena itu menyebabkan epidemi shingles di kemudian hari.” Mereka tolak main roulette Rusia dengan rakyat mereka!

Anak-anak Anda bukan dilindungi. Mereka disiapkan untuk penderitaan seumur hidup.

vidio RFK menkes USA terkait ini ada di komentar”

Hingga Senin (7/9/2026) telah mendapatkan 100-an tanda suka, menuai 15 komentar dan dibagikan ulang 30-an kali oleh pengguna Instagram lainnya.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut melalui sumber resmi dan publikasi ilmiah terkait vaksin cacar air serta herpes zoster.

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), herpes zoster terjadi akibat reaktivasi virus varicella-zoster (VZV) yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Risiko herpes zoster lebih tinggi pada orang yang pernah mengalami cacar air, terutama ketika usia bertambah atau sistem kekebalan tubuh melemah. WHO juga menyebut vaksin cacar air dapat mengurangi risiko seseorang mengalami herpes zoster di kemudian hari. Anak-anak yang menerima vaksin cacar air memiliki risiko herpes zoster yang lebih rendah dibandingkan mereka yang pernah terinfeksi cacar air secara alami.

Hal tersebut sejalan dengan keterangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). CDC menyatakan bahwa anak yang menerima vaksin varicella memiliki risiko herpes zoster yang lebih rendah dibandingkan anak yang terinfeksi VZV tipe liar atau wild-type. CDC juga menjelaskan bahwa risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia dan menurunnya kekebalan seluler terhadap VZV.

Temuan tersebut juga didukung oleh penelitian berbasis surveilans di Antelope Valley, California. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Pediatric Infectious Disease Journal membandingkan kejadian herpes zoster pada anak yang menerima vaksin varicella dengan anak yang pernah mengalami cacar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berusia di bawah 10 tahun yang telah divaksinasi memiliki risiko herpes zoster sekitar 4–12 kali lebih rendah dibandingkan anak yang memiliki riwayat infeksi cacar air. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa vaksinasi varicella secara substansial menurunkan risiko herpes zoster pada anak.

Penelitian Gary Goldman yang disebut dalam unggahan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa vaksinasi varicella menyebabkan epidemi herpes zoster. Goldman memang pernah meneliti perubahan epidemiologi herpes zoster setelah penerapan vaksinasi varicella dan membahas kemungkinan berkurangnya paparan terhadap virus varicella memengaruhi kekebalan terhadap VZV. Namun, temuan tersebut merupakan bagian dari perdebatan mengenai epidemiologi herpes zoster dan tidak membuktikan bahwa vaksin varicella menyebabkan epidemi herpes zoster.

Sementara itu, klaim mengenai Inggris menolak vaksin cacar air karena vaksin tersebut menyebabkan epidemi herpes zoster juga tidak tepat. Dilansir dari Pemerintah Inggris, Inggris mulai menerapkan program vaksinasi varicella rutin pada anak sejak 1 Januari 2026 menggunakan vaksin kombinasi MMRV. Program tersebut ditujukan untuk mengurangi kasus cacar air beserta komplikasi dan rawat inap akibat penyakit tersebut.

Kesimpulan

Faktanya, bukti ilmiah menunjukkan bahwa anak yang menerima vaksin varicella memiliki risiko herpes zoster lebih rendah dibandingkan anak yang mengalami cacar air secara alami. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksin cacar air sebabkan pandemi shingles” adalah konten menyesatkan (misleading content).

kabarsula SLOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *