kabarsula Upah Dipersoalkan, Rekrutmen Diduga Berbayar: Aktivitas PT Global Intelligent Manufacturing Disorot bandar SLOT INDONESIA
BATAM Mediabatam.id — Aktivitas PT Global Intelligent Manufacturing di kawasan Samara Industrial Park, Jalan Hang Kasturi, Kabil, Kecamatan Nongsa/Batu Besar, Kota Batam, Kepulauan Riau, menjadi sorotan.
Perusahaan yang beroperasi di kawasan industri dan pergudangan terpadu dengan luas sekitar 20 hektare tersebut diduga menjalankan aktivitas produksi dan perakitan vape atau rokok elektronik. Di tengah aktivitas perusahaan, muncul sejumlah informasi yang mempertanyakan transparansi kegiatan usaha sekaligus kondisi ketenagakerjaan di lingkungan perusahaan.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Densa mengungkapkan bahwa pekerja disebut menerima upah harian sebesar Rp120.000, namun pembayaran dilakukan satu kali dalam sebulan.
Tak hanya itu, Densa juga mengungkap dugaan adanya pungutan dalam proses penerimaan tenaga kerja. Calon karyawan disebut harus membayar Rp200.000 kepada oknum yang disebut berasal dari bagian HRD agar dapat diterima bekerja.
“Upah harian Rp120.000 dan dibayar sebulan sekali. Untuk diterima di perusahaan, calon karyawan harus bayar Rp200 ribu ke oknum HRD,” ujar Densa.
Menurut Densa, pekerja juga disebut tidak mendapatkan pembayaran BPJS maupun tunjangan lainnya. Namun, seluruh informasi tersebut masih merupakan keterangan narasumber dan membutuhkan verifikasi serta klarifikasi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
Plang Perusahaan Tak Terlihat
Dari pantauan awak media di lokasi, aktivitas operasional terlihat berlangsung di area perusahaan. Namun, plang atau papan nama PT Global Intelligent Manufacturing tidak terlihat secara jelas dari bagian luar lokasi.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan identitas perusahaan dan informasi mengenai kegiatan usaha yang berlangsung di dalam kawasan tersebut.
Informasi mengenai dugaan produksi dan perakitan vape juga belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak manajemen.
Manajemen Belum Memberikan Klarifikasi
Awak media telah mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi secara langsung terkait dugaan sistem pengupahan, pungutan penerimaan karyawan, kepesertaan BPJS, tunjangan pekerja, hingga dugaan kegiatan produksi vape.
Namun, pihak manajemen tidak dapat ditemui. Awak media juga disebut tidak mendapatkan akses untuk bertemu dengan penanggung jawab perusahaan.
Hingga berita ini disusun, PT Global Intelligent Manufacturing belum memberikan klarifikasi maupun hak jawab atas informasi yang disampaikan narasumber.
Selanjutnya, awak media akan melakukan konfirmasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, PTSP BP Batam, serta instansi terkait lainnya guna memastikan legalitas perusahaan, status kegiatan usaha, penerapan ketentuan ketenagakerjaan, kepesertaan BPJS, sistem pengupahan serta perizinan kegiatan produksi.
Jika dugaan pungutan penerimaan karyawan tersebut benar, maka perlu ditelusuri lebih lanjut siapa pihak yang melakukan pungutan dan apakah praktik tersebut diketahui atau mendapatkan persetujuan dari manajemen perusahaan.
Begitu pula dengan informasi mengenai tidak adanya BPJS dan tunjangan pekerja. Hal tersebut harus diuji berdasarkan dokumen ketenagakerjaan serta keterangan resmi perusahaan dan instansi pengawas.
Awak media tetap membuka ruang hak jawab kepada PT Global Intelligent Manufacturing untuk memberikan klarifikasi, bantahan, maupun penjelasan atas seluruh informasi yang diberitakan.
kabarsula SLOT

