tutup
Example 400x100
Banner Bawaslu
Banner Bawaslu
previous arrow
next arrow
ArtikelKepsulWisata

Telaga Kabau, Surga Tersembunyi di Kepulauan Sula

888
×

Telaga Kabau, Surga Tersembunyi di Kepulauan Sula

Sebarkan artikel ini

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan keindahan alam, menyimpan banyak surga tersembunyi, salah satunya adalah Telaga Kabau. Terletak diujung selatan Maluku Utara, tepatnya di Desa Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, tempat ini jarang dikunjungi oleh para wisatawan.

Telaga Kabau berada di pulau Sulabesi, di antara dua desa yaitu Desa Kabau Darat dan Desa Kabau Pantai. Kedua desa ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang terbuat dari kayu, memudahkan akses bagi warga setempat.

Example 340x370

Destinasi Telaga Kabau dikelilingi oleh hutan mangrove yang memberikan pemandangan menakjubkan. Dengan latar belakang hamparan hijau hutan mangrove, pengunjung bisa menikmati pemandangan terbaik dari atas jembatan penyeberangan.

Telaga Kabau sudah menjadi tempat familiar bagi warga Desa Kabau Darat dan Kabau Pantai, namun sayangnya, belum banyak wisatawan dari daerah lain yang berkunjung untuk menyaksikan keindahan Telaga Kabau.

Salah satu kendala utamanya adalah aksesibilitas lokasi yang masih sulit. Namun, Pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan membangun akses jalan dari Desa Fokalit menuju Desa Kabau.

Tidak hanya indah secara alamiah, Telaga Kabau juga menyimpan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.

Menurut cerita dari penduduk Desa Kabau, Telaga Kabau dulunya merupakan perkampungan yang disebut Kampung Wai Bot, yang berarti Air Putih. Perkampungan ini berubah menjadi telaga seperti sekarang setelah terjadi konflik antar-Suku (Soa).

Perkampungan tersebut menghadapi masalah ketika salah satu dari empat soa mengusulkan agar kepala desa dijabat oleh seorang perempuan. Namun, adat masyarakat Wai Bot melarang perempuan menjadi kepala desa karena dipercayai akan mendatangkan bencana.

Meskipun demikian, mereka tetap bersikeras untuk menjadikan perempuan sebagai kepala desa, dan dari situlah muncul berbagai macam masalah.

Baca Juga :  Usung SP Calon Bupati, PAN Target 5 Kursi di Parlemen

Menjelang pagi, sebuah bencana besar terjadi. Dalam cerita rakyat yang berkembang, kerang atau Bia Kima datang dari arah laut dengan kecepatan tinggi menuju kampung Wai Bot. Kerang tersebut konon memiliki cangkang bagian bawah yang teriris bulu tui atau bambu dan kemudian terbelah menjadi dua, dan air yang keluar dari cangkangnya memenuhi kampung Wai Bot, mengubahnya menjadi Telaga Kabau.

Example 400x100 Example 400x100
Example 350x255 Example 350x255 Example 350x255

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *