tutup
Example 400x100
Banner Bawaslu
Banner Bawaslu
previous arrow
next arrow
Opini

MGG dan Tradisi Intelektual

152
×

MGG dan Tradisi Intelektual

Sebarkan artikel ini

Oleh : Mohtar Umasugi, S.Ag,. M.Pd.I

Kordinator Presidium MGG

Example 340x370

Bermula dari Warkop Grafity, diskusi lepas itu mulai di dengungkan sembari menikmati kopi yang di racik penuh aroma dan melayang pada setiap sudut ruang dan bercampur asap rokok. Beragam wacana di perbincangkan sembari menyeduh kopi, tema tentang ruang diskursus di negeri ini terus menemukan jalannya. Dari sini Medium Gagasan Grafity mulai di gerakkan.

Sebagaimana warkop pada umumnya, Grafity merupakan warkop yang terletak di perempatan jalan Desa Fagudu, jalan dimana ruang transfomasi gerakan sosial di degungkan, tentu tak asing dan tak bisa dilupakan begitu saja bahwa di jalanan ini tempat di mana Festival Kampung Ramadhan di helat. Grafity juga menyajikan berbagai racikan kopi yang terus memacu minat para pejabat, akademisi, wartawan, aktivis, professional dan beragam komunitas untuk mengunjungi warkop ini. Diskursus dari berbagai ruang, melompati beragam isu dan gossip yang sarat dengan perdebatan-perdebatan.

Grafity yang tak sekedar warung kopi, ia terus bertransformasi menjadi ruang diskursus. Berbagai kegiatan dihelat di sana mulai dari kegiatan kampus, OKP Cipayung dan kegiatan kepemudaan terus di helat disana. Kurang lebih 5 tahun aktifitas itu terus terjadi dan Grafity terus merawat tradisi itu hingga saat ini. Sejak ba’dah isya hingga tengah malam kafe ini tak pernah sepi, ia menjadi tempat mangkal para generasi milenial bercampur dengan penikmat kopi lainnya.

Di ruang Grafity inilah kemudian banyak ruang-ruang diskursus di bentuk salah satunya Medium Gagasan Grafity (MGG). Dari sana, aktifitas MGG makin riuh dan beragam, tak sekedar berdiskusi dan bedebat. Medium gagasan yang telah di bentuk, terus menghimpun semangat dan visi menguatkan struktur secara tegas untuk menggerakkannya. MGG mulai berkembang. Sebagai orang yang mencintai dunia intelektual saya terus meyakini bahwa medium ini akan terus menjadi ruang dialeg bagi anak muda yang siap meresonansi diri dalam berbagai dialektika ruang publik.

Example 400x100 Example 400x100
Baca Juga :  Reposisi Peran Pemuda Dalam Mengawal Pembangunan Bangsa
Example 350x255 Example 350x255 Example 350x255

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *