tutup
Example 400x100
Example 400x100
HukrimKepsul

Kades Soamole Angkat Bicara Terkait Dugaan Menghambat Pekerjaan di Lahan Lucia Adam

171
×

Kades Soamole Angkat Bicara Terkait Dugaan Menghambat Pekerjaan di Lahan Lucia Adam

Sebarkan artikel ini
Terkait dugaan menghambat pekerjaan di lahan pribadi milik Lucia Adam, Kades Soamole , Salem Umagapit angkat bicara
Foto: Kades Soamole, Salem Umagapit. (doc: EDL)

KABARSULA.COM Kepala Desa (Kades) Soamole, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Salem Umagapit, angkat bicara terkait dengan dugaan menghambat pekerjaan di lahan pribadi milik Lucia Adam yang berada di desa tersebut.

Salem menjelaskan, sebelum peristiwa ini terjadi, awalnya ia sudah pernah bertemu dengan orang terpercayanya Lucia Adam yang berada di lokasi pekerjaan. Kalau untuk pembangunan pagar dilokasi tersebut, silahkan saja mereka bangun, karena itu adalah lokasi mereka.

Example 340x370

“Jadi waktu itu saya juga minta kepada pemilik lahan (Lucia Adam, red) jangan buat pintu masuk di sebelah selatan dan kalau boleh pintu masuk itu tetap ada pada posisi itu dan mungkin saja bisa dikasih lebar sedikit sehingga orang lain bisa keluar masuk karena didalam itu ada banyak kuburan juga. Jadi, kuburan itu memang sampai saat ini kita tau bahwa masih ada,” Kata Salem, Rabu (24/1/2024).

Selanjutnya, kata Salem, persoalan material yang diambil itu saya juga sudah pernah ketemu orang kepercayaan pemilik lahan itu di lokasi pekerjaan, saya cek apa yang dikerjakan didalam sini, bangunan apa yang dibangun atau kegiatan apa yang dilakukan. Ternyata mereka kumpulkan batu mangga.

“Proses batu mangga itu sampai berjalan, saya sampaikan ke anak kerja itu bahwa kalau boleh nanti ibu Lucia, selaku pemilik lahan ini nanti ketemu dengan saya, tapi yang datang itu salah seorang yang saya juga tidak mengenalnya, katanya dia dari desa Fagudu. Saya juga meminta kalau boleh sertifikatnya dibawa untuk saya cek karena menurut informasi lahan itu dijual dan benar setelah saya mengecek kembali ternyata terakhir dijual oleh Pak Saleh,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa kalau material yang mereka ambil itu bisa juga mempekerjakan anak-anak kampung. Setelah mereka datang yang kedua kali ke saya dan mereka sampaikan bahwa batu mangga ini diangkat secara manual menggunakan keranjang dan ketika saya cek lagi ke lokasi pekerjaan tersebut ternyata benar diangkat menggunakan keranjang.

Baca Juga :  Tampung Aspirasi Masyarakat, Ramli Tidore Gelar Reses Masa Sidang III

Kemudian, dia juga bertanya kepada mereka, berapa harga batu mangga yang diangkat, mereka bilang kalau diangkat sendiri kemudian dipecahkan sendiri sampai ke Damtruk itu harganya Rp 300 ribu. Kalau memang begitu bagaimana kalau saya punya masyarakat yang mengangkat batu mangga dan mereka yang pecahkan, mereka bilang itu lebih bagus lagi agar supaya mereka juga ada punya pekerjaan disana.

“Tapi sampai saat ini belum ada yang datang ketemu saya untuk menyampaikan hal ini, setelah dicek oleh masyarakat setempat ternyata semua bentuk jenis material yang mereka ambil itu menggunakan alat berat excavator,” ujarnya.

Salem juga menyampaikan bahwa, yang mereka kelola itu bibir pantai, kalau lahan inikan di bagian darat saja. Memang proses kegiatan itu semuanya di lahan tersebut tapi material yang mereka ambil ini bukan di lahan itu. Selain itu, mereka juga menyampaikan kepada saya bahwa materialnya itu separuh diambil dari desa Bega, tapi sampai proses kegiatan itu berjalan ternyata bukan atas persetujuan dengan saya.

“Jadi sampai saat inikan belum ada nilai tukar dengan saya, itu tidak ada sama sekali. Kira-kira nanti saya menyampaikan ke masyarakat bagaimana, karena saya menunggu informasi lanjutan terkait harga batu mangga tersebut. Ternyata di tanggal 23 kemarin semua yang ada disitu sudah hancur karena mereka menggunakan alat berat jadi saya cegah ini karena mereka ambil semua material itu di bibir pantai itu, bukan di dalam lahan mereka,” tambah Kades.

Example 400x100 Example 400x100
Example 350x255 Example 350x255 Example 350x255

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *