kabarsula Banjarmasin Diguyur Bantuan Presiden Rp20 Miliar, Rifqinizamy Tegaskan Dana Karhutla Harus Libatkan Relawan dan BPK bandar SLOT INDONESIA
INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menerima bantuan Presiden Republik Indonesia sebesar Rp20 miliar untuk memperkuat upaya penanganan dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarmasin.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, kepada Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR, Jumat (30/10/2026).
Penyerahan berlangsung di tengah Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Karhutla Tahun 2026 yang melibatkan personel gabungan di Posko Karhutla, Kompleks Villa Mahantas, Sungai Andai.
Dalam arahannya, Rifqinizamy mengapresiasi langkah cepat dan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengawal serta mempersiapkan penyaluran bantuan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pemangku kepentingan, relawan, serta barisan pemadam kebakaran (BPK) di Kota Banjarmasin yang selama ini terus bersiaga selama 24 jam untuk membantu penanganan kebakaran lahan di sejumlah titik, termasuk wilayah sekitar Banjarmasin.
Menurutnya, bantuan senilai Rp20 miliar tersebut merupakan amanah besar yang harus dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bahkan, pihaknya bersama Wali Kota Banjarmasin, Wakil Wali Kota, dan jajaran terkait telah melakukan pembahasan untuk merumuskan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai landasan pengaturan distribusi dan pemanfaatan anggaran tersebut.
“Ini amanah. Rp20 miliar tentu bukan angka yang kecil. Untuk itu, saya bersama Pak Wali Kota, Ibu Wakil Wali Kota, dan jajaran terkait tadi malam mencoba merumuskan Perwali mengenai bagaimana distribusi dan penggunaan dana tersebut,” ujar Rifqinizamy.
Ia menegaskan, pemanfaatan bantuan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, relawan, dan barisan pemadam kebakaran juga harus menjadi perhatian utama.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak mungkin berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan maupun pemadaman dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Pada prinsipnya, bantuan tersebut tidak boleh digunakan oleh unsur pemerintah saja, tetapi juga harus melibatkan masyarakat, relawan, serta barisan pemadam kebakaran. Karena sejatinya, musibah ini baru dapat diselesaikan apabila seluruh elemen saling bahu-membahu,” tegasnya.
Selain penguatan sarana dan prasarana, Rifqinizamy juga mengingatkan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Ia meminta aparat penegak hukum tidak ragu menindaklanjuti setiap laporan yang mengindikasikan adanya unsur kesengajaan ataupun kelalaian yang berpotensi memicu terjadinya karhutla.
“Kami berharap dana ini dapat dimaksimalkan untuk penguatan sarana, prasarana, serta operasional pencegahan di lapangan,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, atas perhatian dan dukungan anggaran yang diberikan kepada Kota Banjarmasin.
Ia berharap bantuan tersebut dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI dan Ketua Komisi II DPR RI atas perhatian serta dukungan anggaran ini,” ujar Yamin.
Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Banjarmasin diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penanganan karhutla, mulai dari penguatan peralatan, kesiapan personel, hingga dukungan operasional bagi relawan dan barisan pemadam kebakaran.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Bantuan Rp20 miliar tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi dukungan anggaran, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan karhutla demi melindungi keselamatan serta kenyamanan masyarakat Kota Banjarmasin. (silvi/iniberita)
Views: 755
kabarsula SLOT