kabarsula Alat Berat Beraktivitas di Perairan Tanjung Bemban, HNSI Kepri Pertanyakan: Cari Gonggong atau Tanam Kabel Data Center bandar SLOT INDONESIA
BATAM, Mediabatam.id — Aktivitas alat berat yang terlihat bekerja di kawasan perairan Tanjung Bemban, Batam, kembali menjadi sorotan. Dari dokumentasi yang diterima redaksi, sebuah alat berat jenis ekskavator tampak melakukan aktivitas pengerukan atau penggalian pada kawasan pesisir yang kondisinya sedang surut.
Keberadaan alat berat tersebut memunculkan pertanyaan mengenai jenis dan tujuan pekerjaan yang sedang dilakukan, terlebih kawasan tersebut merupakan wilayah yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat pesisir dan nelayan.
Ketua DPD HNSI Provinsi Kepri, Distrawandi, turut mempertanyakan aktivitas tersebut.
“Ini lagi cari gonggong kah, atau sedang melakukan penanaman kabel Data Center?” ujar Distrawandi, sebagaimana disampaikan kepada media.
Pertanyaan tersebut menjadi penting karena sebelumnya mencuat informasi mengenai rencana maupun aktivitas pembangunan Data Center di kawasan Teluk Mata Ikan dan sekitarnya, yang berpotensi bersinggungan dengan wilayah perairan serta aktivitas nelayan.
- Jika benar aktivitas alat berat tersebut berkaitan dengan pekerjaan penanaman kabel bawah laut, publik tentu patut mengetahui siapa pelaksana kegiatan, untuk kepentingan proyek apa, serta apakah seluruh perizinan dan kajian teknis maupun lingkungan telah dipenuhi.
Yang juga menjadi sorotan adalah minimnya pengawasan yang terlihat di lokasi.
“Kalau memang sedang melakukan penanaman kabel Data Center, kenapa tidak tampak satu orang pun yang mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut?” demikian pertanyaan yang dilontarkan.
Kondisi di lapangan memperlihatkan alat berat bekerja di kawasan yang secara visual berada sangat dekat dengan perairan. Aktivitas tersebut tentu membutuhkan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun keresahan di tengah masyarakat pesisir.
Publik Minta Pemerintah Turun Tangan
Masyarakat dan nelayan meminta instansi terkait tidak hanya melihat persoalan dari sisi proyek, tetapi juga memastikan dampak terhadap wilayah tangkap nelayan, ekosistem pesisir, serta keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat.
Pertanyaan yang kini mengemuka antara lain: siapa pemilik atau operator alat berat tersebut, siapa pelaksana pekerjaan, apa dasar izinnya, dan pekerjaan apa yang sebenarnya sedang dilakukan?
Apabila benar kegiatan tersebut merupakan bagian dari proyek pemasangan kabel Data Center, maka pemerintah dan pihak pelaksana dinilai perlu memberikan informasi secara transparan kepada publik.
Sebaliknya, apabila kegiatan tersebut ternyata merupakan aktivitas pengerukan atau pekerjaan lain, dasar hukum dan perizinannya juga patut diperiksa.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan terkait serta instansi berwenang mengenai status pekerjaan, lokasi kegiatan, perizinan, dan tujuan penggunaan alat berat tersebut.
kabarsula SLOT

