September 10, 2026

kabarsula [SALAH] Erupsi Gunung di Indonesia Berkaitan dengan HAARP bandar SLOT INDONESIA

0

Akun Instagram “leveenia” pada Senin (23/12/2025) membagikan video [arsip] yang menarasikan bahwa rentetan erupsi gunung berapi di Indonesia berkaitan dengan High-Frequency Active Auroral Research Program (HAARP), yang diklaim dapat mengendalikan cuaca hingga memicu gempa bumi. Berikut narasi lengkapnya:

“HAARP atau Beruntun bencana alam ini mungkin memang terjadi secara natural, memang kejadian alam yang harus kita terima.

[PEMIKIRAN PRIBADI]

Tapi karna saya orangnya skeptis banget, gak mau terima dengan penjelasan yang biasa dan lumrah HARUS diterima. 

Maka ada alternative lain kemungkinan besar akan digolongkan ke teori konspirasi. Tapi toh terbukti konspirasi sebagian besar adalah fakta yang tertunda. Kalau di Amerika umurnya konspirasi 20-40 tahun tergantung kapan sebuah project ditutup/selesai dan sudah bisa untuk disclosed to public.

Gapapa deh kalau diserang Buzzer habis ini yang penting lega setelah ungkapin ini. 

OK…

Dari beberapa referensi yang pernah sy baca, dulu itu ada yg namanya project HAARP, ini kalau yg sering nonton Podcast luar negeri pasti udah familiar. 

HAARP ini sering dikaitkan dengan teori konspirasi karena memang awalnya didanai oleh US Air Force, US Navy dan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency). Walau tdk ada bukti ilmiah, tapi banyak spekulasi bahwa Project HAARP bisa mengendalikan cuaca, membuat badai hingga gempa bumi. 

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari tahu “cara kerja HAARP” pada kolom pencarian Google, hasil penelusuran teratas mengarah pada pemberitaan sindonews.com “Mengenal Cara Kerja HAARP, Penelitian Ionosfer AS yang Dicurigai sebagai Senjata Pembuat Bencana” tayang Senin (27/6/2022).

Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa HAARP merupakan akronim dari High Frequency Active Auroral Research Program, sebuah fasilitas penelitian yang berada di Gakona, Alaska, Amerika Serikat. Fasilitas ini digunakan untuk mempelajari proses fisik yang terjadi di lapisan atas atmosfer, khususnya ionosfer dan termosfer. 

Penelitian tersebut juga bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan ionosfer untuk pengembangan teknologi komunikasi radio dan pengintaian dengan memancarkan gelombang radio frekuensi tinggi ke arah atas, yakni ke lapisan ionosfer yang jaraknya puluhan hingga ratusan kilometer ke atas di atmosfer bumi.

Sementara seperti yang dilansir detik.com, erupsi gunung berapi disebabkan oleh dapur magma yang penuh sehingga terjadi letusan yang mengeluarkan material seperti lava, gas, dan abu. Letusan tersebut bisa terjadi secara efusi, lava mengalir tanpa redakan, atau secara eksplosif magma keluar dengan ledakan. Aktivitas vulkanik tersebut berawal dari dinamika tektonik dan penumpukan tekanan di dapur magma yang berada jauh di kedalaman bumi.

Sehingga, secara ilmu fisika dan geologi, sangat tidak mungkin fasilitas HAARP dapat memicu erupsi gunung berapi karena gelombang radio yang dipancarkan HAARP ke udara tidak memiliki kemampuan fisik maupun energi yang cukup untuk menembus lapisan batuan padat ke dalam perut bumi, apalagi hingga memanaskan magma untuk menciptakan letusan yang dikendalikan dari jarak jauh.

Terkait fenomena beberapa gunung berapi di Indonesia yang erupsi dalam waktu berdekatan, hal tersebut bukanlah sebuah anomali atau akibat dari campur tangan teknologi. Diketahui dari tirto.id Indonesia secara geografis terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Ring

Kesimpulan

Faktanya, gelombang radio dari HAARP yang dipancarkan ke ionosfer tidak memiliki kemampuan menembus kerak bumi untuk memicu aktivitas dapur magma. Fenomena erupsi beruntun di Indonesia murni merupakan dinamika alamiah karena posisi Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik. Jadi, unggahan video berisi klaim “erupsi gunung di Indonesia berkaitan dengan HAARP” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

Hasil Periksa fakta

Referensi

kabarsula SLOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *