September 9, 2026

kabarsula Rumah Prajurit ke Kursi Wakapolres, Kompol Imam Suryana Bawa Warisan Disiplin Sang Ayah bandar SLOT INDONESIA

0
20260909_084623-scaled.jpg

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Di balik seragam dan pangkat seorang perwira Polri, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu terlihat. Ada disiplin yang ditempa sejak kecil, perjuangan yang harus dilewati tahap demi tahap, serta sosok keluarga yang menjadi fondasi dalam membentuk karakter.

Kisah itu melekat dalam perjalanan hidup Kompol Imam Suryana, SH, MH, putra almarhum Akhmad Kaboel, seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), dan almarhumah Siti Hamsiah.

Kini, Imam dipercaya
mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Balangan.

Jabatan tersebut bukan sekadar capaian dalam perjalanan kariernya, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar almarhum Akhmad Kaboel.

Sebab, jauh sebelum mengenal dunia kepolisian, Imam terlebih dahulu tumbuh dalam sebuah rumah yang akrab dengan disiplin dan ketegasan.

Sebagai anak seorang prajurit, sejak kecil Imam terbiasa dengan pola pendidikan yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan.

Sang ayah dikenal tegas dalam mendidik anak-anaknya. Didikan tersebut pada masanya mungkin terasa keras. Namun, justru dari sanalah karakter Imam perlahan terbentuk.

Waktu kemudian membuktikan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan sang ayah tidak hilang begitu saja. Disiplin, tanggung jawab, keteguhan hati dan semangat pantang menyerah menjadi bekal yang terus dibawa Imam ketika memasuki dunia pengabdian.

Jalan yang dipilihnya memang berbeda dari sang ayah.
Jika Akhmad Kaboel mengabdikan diri melalui TNI AD, Imam memilih institusi Polri sebagai tempat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Namun, keduanya memiliki satu garis yang sama, yakni pengabdian. Didikan Keras yang Berbuah Karakter, Menjadi seorang perwira Polri bukanlah perjalanan singkat. Ada proses panjang yang harus dilewati, mulai dari menjalani tugas, mengasah kemampuan, membangun pengalaman hingga mendapatkan kepercayaan untuk menduduki posisi strategis.

Imam menapaki perjalanan tersebut secara bertahap.
Tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Setiap jenjang karier menuntut kerja keras, integritas, kedisiplinan dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Di tengah perjalanan itulah nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil menjadi modal penting. Didikan sang ayah yang dahulu mungkin dirasakan sebagai sebuah ketegasan, perlahan menemukan maknanya ketika Imam menghadapi dunia tugas yang penuh tuntutan.

Dalam kehidupan seorang anggota kepolisian, disiplin bukan sekadar aturan tertulis. Disiplin menjadi bagian dari sikap dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Begitu pula dengan keteguhan hati dan kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai itulah yang tumbuh dari lingkungan keluarga dan kemudian semakin ditempa melalui perjalanan panjang Imam di institusi Polri.
Jejak Sang Ayah di Taman Makam Pahlawan Almarhum Akhmad Kaboel kini telah tiada. Namun, jejak pengabdiannya masih dikenang keluarga.

Sang ayah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru.

Tempat tersebut menjadi pengingat perjalanan seorang prajurit yang pernah memberikan bagian penting dari hidupnya untuk menjalankan tugas dan pengabdian.

Bagi Imam, jejak tersebut tentu memiliki makna yang mendalam. Sosok ayah yang dahulu menjadi tempat belajar tentang disiplin, tanggung jawab dan ketegasan kini memang tidak lagi berada di sampingnya. Namun, nilai-nilai yang ditanamkan semasa hidup tetap melekat.

Bahkan, nilai itu kini seolah menemukan bentuk baru melalui perjalanan pengabdian sang anak.l Dari rumah seorang prajurit TNI AD, lahir seorang anak yang kemudian memilih menjadi bagian dari institusi Polri.

Dua institusi yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama: memberikan pengabdian terbaik kepada negara dan masyarakat.

Wakapolres Balangan, Amanah Baru Kepercayaan kepada Imam untuk menduduki jabatan sebagai Wakapolres Balangan menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya.

Posisi tersebut tentu membawa tanggung jawab yang tidak ringan. Sebagai Wakapolres, Imam dituntut mampu membantu pimpinan dalam menjalankan roda organisasi, memastikan pelaksanaan tugas berjalan baik, sekaligus ikut menjaga profesionalitas dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Tantangan kepolisian ke depan juga semakin kompleks. Karena itu, pengalaman, kedisiplinan serta kematangan dalam menjalankan tugas menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Jabatan tersebut bukanlah garis akhir. Sebaliknya, menjadi Wakapolres merupakan amanah baru sekaligus ujian untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kebanggaan Sebuah Keluarga
Bagi keluarga besar almarhum Akhmad Kaboel, perjalanan Imam tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri.

Sebab, apa yang dahulu ditanamkan sang ayah melalui pendidikan yang tegas kini terlihat dalam perjalanan kehidupan putranya.

Didikan keras tidak selalu berarti beban. Dalam banyak keadaan, ketegasan justru menjadi cara untuk membentuk mental agar seseorang mampu berdiri tegak ketika menghadapi tantangan.

Begitulah perjalanan Imam.
Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga prajurit, ditempa oleh disiplin, kemudian menjalani perjalanan panjang di institusi kepolisian hingga akhirnya dipercaya menduduki jabatan sebagai Wakapolres Balangan.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa di balik sebuah jabatan selalu ada proses panjang yang tidak terlihat.

Ada hari-hari ketika seseorang harus belajar dari kesalahan. Ada tuntutan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ada tanggung jawab yang harus dipikul. Dan ada disiplin yang harus dijaga, bahkan ketika tidak ada orang lain yang melihat.

Semua proses itu kemudian membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih matang.

Kini, Kompol Imam Suryana membawa nama besar keluarganya dalam perjalanan pengabdiannya.

Sang ayah telah beristirahat di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana. Namun, semangat perjuangan dan nilai disiplin yang pernah diwariskan tidak ikut terkubur.

Nilai itu tetap hidup.
Ia tumbuh dalam diri sang anak dan menjadi bagian dari perjalanan Imam dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dari rumah seorang prajurit, Imam belajar tentang arti disiplin.
Dari perjalanan panjang di kepolisian, ia belajar tentang arti pengabdian.

Dan dari jabatan sebagai Wakapolres Balangan, kini ia membawa amanah baru untuk membuktikan bahwa kepercayaan bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga.

Sebuah perjalanan dari rumah seorang prajurit menuju kursi Wakapolre tentang seorang anak yang ditempa ketegasan, dibentuk oleh perjuangan, dan akhirnya menjadi kebanggaan keluarga.(benk/iniberita).


Post Views: 872

kabarsula SLOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *